Kopdes Merah Putih di Kukar Jadi Motor Penggerak UMKM Desa

Akupedia.id, KUTAI KARTANEGARA – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes MP) di Kabupaten Kutai Kartanegara kini semakin siap menjadi mesin penggerak ekonomi lokal dan UMKM desa. Hal ini ditandai dengan digelarnya kegiatan “Membangun Kolaborasi dan Kemandirian UMKM Melalui Sosialisasi Kemitraan Aplikasi Digital dan Pembiayaan bersama KDMP” yang berlangsung pada Kamis (21/8/2025) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Tenggarong. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur bersama DiskopUKM Kukar.

Kegiatan tersebut menghadirkan pengurus dan pengawas Kopdes MP yang baru saja diresmikan secara nasional pada 1 Juli 2025 lalu. Plt. Kepala DiskopUKM Kukar, Taufiq Zulfiannur, menyampaikan bahwa koperasi desa memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan potensi ekonomi sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Baca juga  DP3A Kukar Perkuat Perlindungan untuk Anak Korban Terorisme, Fokus pada Pemulihan Mental

“Alhamdulillah hari ini pemerintah provinsi dan kabupaten bisa langsung bertemu dengan bapak-ibu untuk membina koperasi desa merah putih. Kami juga menampilkan contoh kerajinan dari daur ulang sampah, yang bisa menjadi peluang usaha sekaligus solusi lingkungan,” ujar Taufiq.

Taufiq menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar satu kali pelatihan, melainkan bagian dari pendampingan berkelanjutan. Kepala desa dan pengurus koperasi diharapkan aktif terlibat dalam setiap tahap pembinaan di kecamatan masing-masing.

Baca juga  Realisasi Pajak Daerah Kaltim Tembus 92,4 Persen

Sementara itu, Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan koperasi.

“Koperasi bukan hanya lembaga formal, tapi badan usaha yang harus memberi manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Pengurus dan pengawas yang telah dipilih desa perlu memetakan usaha yang tepat agar menguntungkan,” tegas Heni.

Pertemuan ini juga menjadi momentum untuk mengawal operasional Kopdes MP secara menyeluruh, mulai dari perencanaan bisnis, kemitraan dengan BUMN dan BUMD, hingga potensi ekspor. Targetnya, semua koperasi desa di Kukar bisa beroperasi penuh pada 28 November 2025.

Baca juga  Program Pelatihan Menjahit yang Mendorong Kemandirian Ekonomi di Kukar

Dalam wawancara, Taufiq menambahkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dari undangan awal hanya dua perwakilan tiap koperasi, jumlah peserta yang hadir justru membludak.

“Ini menunjukkan semangat masyarakat desa untuk memulai usaha. Kami hadirkan BUMN, eksportir, dan pelaku pengelola sampah untuk membimbing. Fokusnya tetap pada potensi desa, sehingga koperasi bisa bersaing hingga tingkat ekspor,” jelasnya.

Dengan konsolidasi dan pembinaan ini, pemerintah berharap Kopdes Merah Putih di Kukar dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus meningkatkan kemandirian UMKM, membuka peluang usaha baru, dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara nyata. (Adv/Arf)

Berita Lainnya