DPMD Kukar Mantapkan Program GEMA untuk Penguatan Karakter Spiritual ASN dan PPPK

Akupedia.id, TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat program Gerakan Etam Mengaji (GEMA) sebagai sarana pembinaan spiritual bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Program ini tidak hanya menekankan kemampuan teknis membaca Al-Qur’an, tetapi juga diarahkan untuk membangun kepribadian aparatur yang berakhlak, berintegritas, dan memiliki pondasi moral yang kuat.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa GEMA merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah daerah untuk menyeimbangkan antara kecakapan profesional dan nilai religius. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi teknis, melainkan juga sikap mental dan spiritual ASN dalam menjalankan tugas.

Baca juga  Tingkatkan PAD, Dispar Kukar Akan Kembangkan Destinasi Wisata

“Program ini bukan semata-mata belajar membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana membentuk pribadi ASN dan PPPK yang seimbang, memiliki kecakapan spiritual sebagai dasar dalam bekerja dan melayani masyarakat,” terang Arianto, Jumat (11/7).

Ia menambahkan, pemetaan kemampuan membaca Al-Qur’an telah dilakukan pada Juni lalu dengan bimbingan langsung Ustadzah Lusinem. Dalam proses tersebut, peserta dinilai dari aspek makhraj, tajwid, hingga irama tilawah untuk memastikan bacaan yang fasih dan sesuai kaidah. Evaluasi ini, kata Arianto, menjadi dasar dalam merancang program pembinaan lebih lanjut.

Selain itu, GEMA juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Sekda Kukar yang mendorong peningkatan literasi Al-Qur’an di lingkungan kerja pemerintah. Dengan demikian, program ini tidak hanya menjadi agenda internal DPMD, tetapi juga bagian dari gerakan bersama yang lebih luas di lingkup Pemkab Kukar.

Baca juga  Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar Dorong Pemusnahan Arsip di OPD

“ASN dituntut profesional, tetapi profesionalisme itu harus dibarengi dengan integritas moral. Inilah tujuan utama GEMA, agar mereka bisa menjalankan tugas dengan hati yang bersih dan nilai spiritual yang kokoh,” tambah Arianto.

Sebagai wujud nyata, DPMD Kukar menargetkan setiap kelompok kerja dapat menuntaskan bacaan lima juz dalam kurun enam bulan. Target kolektif ini akan ditutup dengan kegiatan khataman Al-Qur’an bersama, yang diproyeksikan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus rasa syukur bersama.

Berdasarkan hasil evaluasi, GEMA dipandang sebagai sarana pembinaan berkelanjutan. Ustadzah pembimbing juga menekankan bahwa kualitas bacaan tidak diukur dari kecepatan, melainkan ketepatan dalam melafalkan huruf dan menjaga kaidah tajwid. Karena itu, kegiatan evaluasi berkala dianggap penting untuk memastikan peningkatan kualitas bacaan dari waktu ke waktu.

Baca juga  DPMD Kukar Perkuat Penataan dan Pemberdayaan Lima Lembaga Kemasyarakatan Desa untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Arianto berharap program ini dapat tumbuh menjadi budaya kerja positif di lingkungan DPMD Kukar, sekaligus menjadi inspirasi bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Menurutnya, pembinaan karakter ASN melalui pendekatan religius akan memberikan dampak jangka panjang, baik bagi individu maupun bagi pelayanan publik secara keseluruhan.

“Langkah sederhana seperti ini bisa menumbuhkan dampak besar. Dengan karakter ASN yang kuat secara spiritual, pelayanan kepada masyarakat akan semakin tulus, transparan, dan berintegritas,” pungkasnya. (Adv/Arf)

Berita Lainnya