DPMD Kukar Gelar Penilaian Desa, Fokus pada Kinerja Percepatan Penurunan Stunting

Penilaian Lomba Desa Berkinerja Baik dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting yang digelar DPMD Kuka

Akupedia.id, TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting dengan melaksanakan penilaian desa berkinerja baik. Kegiatan ini digelar Kamis (3/7) di Kantor DPMD Kukar sebagai bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendorong peran desa dalam menangani permasalahan kesehatan masyarakat yang bersifat krusial.

Kepala Dinas DPMD Kukar, Arianto, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Menurutnya, masalah ini merupakan tanggung jawab kolektif yang harus ditangani bersama-sama oleh seluruh lapisan pemerintahan, mulai dari tingkat pusat hingga desa sebagai garda terdepan.

“Penilaian ini kami lakukan untuk mengukur sejauh mana desa melaksanakan program penanganan stunting. Perlu dipahami, ini bukan sekadar tugas pemerintah pusat, tapi tanggung jawab menyeluruh, termasuk pemerintah kabupaten, kecamatan, sampai desa,” ujarnya.

Baca juga  Menggerakkan Ekonomi Kreatif Dukungan Provinsi Dorong Inisiatif Pariwisata Kukar

Lebih lanjut, Arianto menyebut desa memegang peran kunci karena langsung berhubungan dengan masyarakat. Anggaran yang bersumber dari APBDes, Dana Desa, maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dinilai harus mampu diarahkan secara tepat guna mendukung program penurunan stunting.

“Memang semua desa sudah menganggarkan, tetapi yang menjadi indikator utama adalah prioritasnya. Desa yang memberikan porsi lebih besar untuk isu stunting kami anggap memiliki kinerja baik karena lebih peduli dan responsif terhadap kebutuhan warganya,” jelasnya.

Baca juga  DPMD Kukar Gelar Tes Tertulis untuk Penjaringan Perangkat Desa dari 7 Desa

Selain faktor alokasi anggaran, DPMD juga menilai tingkat pemahaman dan keseriusan perangkat desa dalam merancang program yang berkelanjutan. Menurut Arianto, desa yang benar-benar memahami urgensi persoalan stunting tidak hanya mengalokasikan dana yang cukup, tetapi juga memastikan penggunaannya tepat sasaran.

“Program yang tepat misalnya edukasi gizi untuk ibu hamil dan balita, pemantauan tumbuh kembang anak, peningkatan kapasitas kader posyandu, hingga penyediaan makanan tambahan bergizi. Semua ini harus dirancang dengan matang agar hasilnya nyata di lapangan,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa lomba penilaian ini bukan sekadar ajang kompetisi antar desa, melainkan sarana untuk mendorong inovasi, meningkatkan kapasitas, sekaligus memperkuat komitmen desa terhadap isu kesehatan masyarakat.

Baca juga  Irigasi Jadi Penghambat, Liang Ulu Kehilangan Status Lumbung Pangan

“Melalui penilaian ini, kami ingin memicu semangat pemerintah desa agar terus berinovasi dan menghadirkan program yang konkret. Harapannya, desa-desa di Kukar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap target nasional penurunan stunting,” ungkap Arianto.

Menutup keterangannya, ia menyampaikan bahwa seluruh desa pada dasarnya telah siap, namun faktor pemahaman dan komitmen yang mendalam tetap menjadi pembeda utama.

“Jadi, ukurannya bukan hanya soal kesiapan administrasi, tetapi juga sejauh mana desa mengerti dan serius menjalankan programnya. Hal itu yang nantinya benar-benar akan terlihat dampaknya bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Arf)

Berita Lainnya