Akupedia.id, TENGGARONG – Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, terus berbenah dengan menyiapkan berbagai program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tahun ini, pemerintah desa menitikberatkan pembangunan pada empat sektor strategis: ketahanan pangan, digitalisasi layanan publik, perbaikan infrastruktur, dan pengembangan sektor wisata.
Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa langkah-langkah tersebut diambil untuk memperkuat pondasi ekonomi desa sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan kesejahteraan warga. Salah satu fokus utama yang digarap adalah penguatan ketahanan pangan melalui program budidaya jagung.
“Budidaya jagung ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga sebagai cara meningkatkan pendapatan petani. Program ini melibatkan kelompok tani agar pengelolaannya lebih optimal dan hasil panennya bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat,” ungkap Abdul Rasyid, Rabu (10/9/2025).
Selain jagung, sektor peternakan juga menjadi prioritas. Pemerintah desa menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mengembangkan usaha ternak ayam. Tahun ini, BUMDes membangun kandang ayam pedaging dengan kapasitas 5.000 ekor dan kandang ayam petelur berkapasitas 2.000 ekor. Diharapkan, kedua program tersebut menjadi sumber ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa.
Tak hanya berfokus pada sektor pangan, Pemerintah Desa Batuah juga melakukan transformasi dalam layanan publik. Administrasi desa mulai dialihkan ke sistem digital, seperti penerbitan surat rekomendasi maupun surat pengantar yang kini dapat diakses secara daring. Inovasi ini bertujuan memudahkan warga, menghemat waktu, dan mengurangi antrean panjang di kantor desa.
“Digitalisasi ini kami lakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis. Dengan sistem online, layanan bisa lebih cepat, transparan, dan minim kesalahan,” jelasnya.
Di bidang infrastruktur, pembangunan jalan usaha tani menjadi salah satu program prioritas. Jalan ini penting untuk mempermudah akses para petani dalam mengangkut hasil panen dan mendukung kelancaran distribusi produk pertanian ke pasar. Selain itu, pemerintah desa juga mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki parit di wilayah 2 yang rawan longsor. Perbaikan parit dinilai mendesak karena menyangkut keselamatan lingkungan dan keberlangsungan lahan pertanian warga.
Sementara itu, sektor pariwisata tak luput dari perhatian. Pemerintah Desa Batuah berkomitmen mengembangkan Emastri Park, sebuah destinasi wisata lokal yang mulai dikenal masyarakat. Tahun ini, rencananya akan ada penambahan arena permainan serta fasilitas pendukung lain agar pengunjung lebih nyaman dan betah.
“Emastri Park bukan hanya soal rekreasi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Dari usaha kuliner, penyediaan jasa, hingga aktivitas ekonomi kreatif bisa berkembang berkat hadirnya wisata ini,” tambah Abdul Rasyid.
Dengan rangkaian program yang disiapkan, Abdul Rasyid optimistis pembangunan Desa Batuah tahun ini mampu memberikan manfaat nyata. Tidak hanya dari sisi peningkatan ekonomi warga, tetapi juga dari aspek pelayanan publik, keamanan lingkungan, serta tumbuhnya sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi lokal. (Adv/Arf)