Generasi Muda Kukar Dilibatkan Aktif Lestarikan Kesenian Daerah

Tari Jepen. Foto/Listiana Mugiyati

Akupedia.id, Tenggarong – Melalui pendekatan pendidikan, pelestarian budaya kini digalakkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar). Program pengembangan kesenian daerah resmi diluncurkan dan menyasar siswa sekolah dasar. Inisiatif ini dimaksudkan untuk menghidupkan kembali kesenian lokal sejak usia dini.

“Seni dan budaya di Kukar harus tetap hidup,” tegas Listiana Mugiyati selaku Penata Layanan Operasional Program Pengembangan Kesenian Disdikbud Kukar. Ia menyampaikan hal tersebut pada Kamis (8/5/2025), menekankan bahwa generasi muda harus dilibatkan aktif. “Kami mengajak anak-anak muda untuk terlibat dalam seni dan budaya sebagai bagian dari strategi pelestarian,” ujarnya.

Baca juga  Pemkab Kukar Bangun Ketahanan Pangan, 10 Ton Padi untuk Lumbung Desa

Khusus pada program ini, tari jepen menjadi fokus utama yang dikenalkan di berbagai sekolah. Seni tari tradisional tersebut dimodifikasi dalam gerakan agar lebih segar dan relevan di mata generasi saat ini. “Modifikasi gerakan bertujuan agar tari jepen lebih segar dan relevan di mata generasi sekarang,” tambah Listiana.

Melalui kegiatan ekstrakurikuler, tari jepen dijadikan sarana untuk menanamkan pendidikan karakter sekaligus memperkuat identitas lokal. Respon dari pihak sekolah pun sangat positif dan antusias. “Mereka menyambut baik program ini dan berharap bisa diadakan secara berkala,” jelasnya.

Baca juga  Dari 15 ke 17 Persen, Capaian dan Tantangan Keterlibatan Perempuan di Politik

Menurut Disdikbud, langkah ini dianggap efektif dalam membangkitkan minat siswa terhadap budaya daerah mereka sendiri. Penguatan karakter dan kreativitas menjadi nilai tambah dalam pelaksanaan program. Tari dijadikan media yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Selain pelestarian budaya, program ini turut membuka ruang kreatif bagi siswa dalam mengembangkan potensi. “Seni tari tidak hanya melatih keterampilan motorik, tetapi juga membentuk rasa percaya diri dan kecintaan terhadap warisan lokal,” ujar Listiana. Kegiatan seni ini pun menjadi sarana eksplorasi yang menyenangkan.

Kukar sendiri diketahui memiliki sumber daya manusia yang potensial dalam bidang budaya, namun masih perlu pembinaan. Pemerintah daerah hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut lewat program pendidikan langsung di sekolah. “Kami akan terus mendampingi dan mendukung kreativitas para pelaku seni,” tegas Listiana.

Baca juga  Pemkab Kukar Perjuangkan Hak Masyarakat Adat, Suara Kearifan Lokal Menggema di Dialog Publik

Dengan pelibatan generasi muda dalam program seni tradisional, Disdikbud Kukar berharap kebudayaan daerah tidak hanya dikenal, tetapi diwariskan secara alami. Bukti nyata bahwa pelestarian budaya dapat berjalan selaras dengan pendidikan ditunjukkan lewat kegiatan ini. Komitmen ini diharapkan jadi langkah strategis jangka panjang bagi budaya Kukar.

(Adv/DiskominfoKukar)

Penulis : Arnelya NL

Berita Lainnya